Kepada 272 Siswa Perwakilan OSIS Se Indonesia, Jokowi : “Mau Jadi Presiden Silahkan

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Sebanyak 272 siswa dan siswi perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) seluruh Indonesia mendapatkan kesempatan luar biasa di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi saat mendampingi perwakilan OSIS se-Indonesia berkeliling di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (3/5). (Humas setkab.go.id).

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Sebanyak 272 siswa dan siswi perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) seluruh Indonesia mendapatkan kesempatan luar biasa di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pasalnya mereka diberikan kesempatan bertemu dan bercengkerama serta berkeliling di Istana Kepresidenan di Bogor dengan orang nomor satu di Indonesia.

Selain itu juga Presiden Jokowi memberikan motivasi kepada generasi milenial untuk menghadapi masa depan dalam menggapai cita-cita.

Loading...

Sebagaimana dikutip dari laman setkab.go.id, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima perwakilan siswa-siswi OSIS SMA Berprestasi se-Indonesia peserta Program Kawah Kepemimpinan Pelajar, di halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (3/5) pagi.

Sebanyak 272 siswa dan siswi itu diajak keliling Istana oleh Presiden yang memakai jaket hitam dengan logo Asian Games 2018.

“Saya mau mengajak muter-muter Istana Bogor, mau ndak?” sapa Presiden kepada seluruh siswa-siswi yang hadir, yang langsung dijawab, “Mau,” oleh seluruh peserta. Usai berdialog, Presiden mengajak siswa siswi untuk mengisi video blog (vlog) Presiden. Ingin Jadi Presiden, Silakan

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, para peserta semuanya adalah yang terpilih di sekolahnya, dan dari ketua-ketua OSIS yang ada, mereka dipilih lagi untuk bisa hadir di Istana Bogor ini.

“Ini adalah dalam rangka program Kawah Kepemimpinan Pelajar tahun 2018,” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga bertanya kepada para siswa mengenai kepemimpinan, “Anak-anakku semuanya tahu kepemimpinan itu apa sih? Apa? Kemampuan untuk mempengaruhi seseorang? Ada yang lain? Orang yang mempersatukan yang berbeda, yang mampu mengontrol dirinya sendiri. Apa? Menjadi teladan bagi banyak orang atau lebih mementingkan kepentingan umum, kepentingan masyarakat daripada kepentingannya,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan, menjadi pemimpin itu harusnya memberikan semangat, memberikan dorongan, memberikan inspirasi, memberikan contoh, memberikan teladan, dan bisa mengayomi. “Itulah pemimpin,” tegasnya.

Karena itu kepada peserta Kawah Kepemimpinan Pelajar 2018 yang ingin jadi bupati, ingin jadi wali kota, ingin jadi gubernur, ingin jadi menteri, Presiden mempersilakan.

“Ingin jadi pengusaha, silakan. Ingin jadi dokter, silakan. Ingin jadi presiden, silahkan,” ucap Presiden Jokowi.

Tapi Presiden mengingatkan, untuk menuju ke sebuah cita-cita itu pasti ada ujiannya. Ia menambahkan pasti ada cobaannya, pasti ada tantangannya, pasti ada rintangannya.

Itulah kenapa, lanjut Presiden, semuanya diberikan pembekalan dalam Kawah Kepemimpinan Pelajar di tahun 2018 ini.

“Agar anak-anak semuanya tahan banting, tahan uji, berani menghadapi cobaan, berani menghadapi rintangan,” tegas Presiden seraya menambahkan, tidak bisa yang namanya bermalas-malasan, bermanja-manja jadi pemimpin.

Editor Rikmal Hadi
sumber setkab.go.id

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here