Soal Data Penduduk 31 Juta Lebih, Kemendagri Tegaskan Bukan Daftar Pemilih Tambahan

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan deteksi dini di daerah masing-masing untuk menghindari ancaman terorisme.
Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar (sumber photo Humas Kemendagri)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Bahtiar, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan tak ada data penduduk tambahan yang dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.

Hal tersebut dikutip dari laman kemendagri.go.id, disampaikannya, di Jakarta pada (11/12/2018). Menurut Bahtiar Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catata Sipil (Ditjen Dukcapil) hanya memberi Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) sekali ke KPU RI.

Dan kata dia, penyerahan data tersebut dilakukan pada 15 Desember 2017 sesuai amanat UU Pemilu. Dimana DP4 tersebut, katanya untuk dijadikan bahan sandingan bagi KPU dalam menyusun DPT Pemilu 2019.

Loading...

Kemudian, ia juga menyampaikan pada 5 September 2018, KPU mengumumkan DPT Hasil Perbaikan Pertama sebanyak 185.732.093 pemilih.

Atas pengumuman KPU tentang DPT hasil perbaikan pertama tersebut, selanjutnya pihaknya melalui Ditjen Dukcapil melakukan analisis dan melakukan perbandingan dengan DP4 yg diserahkan kemendagri tahun 2017 sebanyak 196.545.636 orang.

Dan katanya lagi, berdasarkan hasil analisis terhadap DPT Hasil Perbaikan Pertama, kemudian Dukcapil menyampaikan surat kepada KPU pada 15 September 2018 melalui Surat Nomor 270.04/16233/Dukcapil 14 September 2018 untuk menyampaikan Laporan Hasil Analisis terhadap DPT Hasil Perbaikan Pertama KPU.

Dijelaskan dalam surat tersebut bahwa berdasarkan Hasil Analisis Dukcapil ditemukan data bahwa dari DPT pertama yang sesuai dengan DP4 yang diserahkan berjumlah 160.502.335 pemilih.

Dan disampaikan pula hasil analisis Dukcapil saat itu bahwa sudah merekam tapi belum masuk DPT yang diumumkan oleh KPU pada 5 September 2018 yaitu berjumlah sebanyak 31.798.863 orang.

“Artinya jumlah 31.798.863 tersebut adalah data yang sudah terekam dalam data kependudukan Dukcapil Kemendagri tapi belum masuk DPT yang diumumkan KPU pada 5 September 2018” terangnya.

Dan kata dia lagi, jumlah 31.798.863 tersebut adalah bagian dari DP4 196.545.636 jumlah penduduk potensial pemilih yang diserahkan Kemendagri c.q Ditjen Dukcapil pada 15 Desember Tahun 2017. “Jadi tidak ada DP4 tambahan”, tegas Bahtiar.

Kemendagri kata Bahtiar, melalui Ditjen Dukcapil sifatnya hanya membantu menganalisis data penduduk. Kewenangan menetapkan DPT adalah sepenuhnya kewenangan KPU.

“Hasil analisis Ditjen Dukcapil tersebut hanya bersifat informasi yang disampaikan kepada KPU” ujarnya.

“Apakah KPU mau gunakan atau tidak adalah otoritas KPU sebagai lembaga yang berwenang menetapkan DPT Pemilu 2019. Jadi kami tegaskan bahwa tidak benar jika ada informasi yang menyatakan bahwa Kemendagri menyerahkan DP4 atau data penduduk tambahan sebanyak 31 juta” tegasnya lagi.

Hal itu tegas Bahtiar informasi yang tidak benar dan tidak valid.

Bahtiar juga menerangkan bahwa sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, KPU dalam menetapkan DPT menggunakan dua sumber data, yaitu DP4 yang diserahkan Pemerintah pada Tahun 2017 dan DPT Pemilu terakhir.

Dan DP4 tegasnya bukan satu-satunya sumber data KPU dalam menetapkan DPT.

Dijelaskan Bahtiar bahwa kewenangan penetapan DPT sepenuhnya otoritas KPU. Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil sifatnya hanya membantu menyiapkan data kependudukan sesuai perintah UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.

“Dukcapil Kemendagri juga membantu KPU RI menyisir data kependudukan sesuai permintaan KPU. Dukcapil kemendagri sifatnya hanya membantu dan menyerahkan DP4 sesuai amanat UU Pemilu dan DP4 yang diserahkan Kemendagri datanya tersebut dikawal oleh Ditjen Dukcapil,” tutup Bahtiar.

Editor Rikmal Hadi
sumber kemendagri.go.id

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here