Kampus Dilarang Dijadikan Tempat Kampanye Politik

BUKAMATA.CO, MAKASSAR - Melbourne University dan Royal Melbourne Institute of Technology University (RMIT University) asal Australia menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir telah memenuhi persyaratan untuk beroperasi di Indonesia.
Menristekdikti Mohamad Nasir (sumber photo internet)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Kampus dilarang untuk dijadikan tempat kampanye politik baik untuk pileg maupun pilres pada 2019 nanti. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir usai menghadiri acara peresmian di Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis.

“Kampanye untuk calon legislatif maupun calon presiden tidak boleh di kampus. Kampus tidak boleh digunakan untuk kegiatan kampanye,” ujar Nasir usai peresmian industri-katalis di ITB. dilansir dari Antara News.

Dai ia juga mengatakan bahwa meski punya hak politik rektor perguruan tinggi tidak boleh menggunakan jabatannya untuk berpolitik.

Loading...

“Jangan gunakan jabatan rektor untuk berpolitik,” katanya.

Kampanye calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan calon presiden dan wakil presiden, berlangsung 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

Pemilihan presiden dan wakil presiden tahun depan diikuti pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Editor Rikmal Hadi
sumber antaranews.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here