Menristekdikti: Peserta UTBK yang Merasa Belum Maksimal di Tes Pertama Bisa Ujian Lagi

Peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2019 di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (13/4/2019). (foto: kominfo)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 sudah dimulai sejak Sabtu (13/4/2019) lalu. Pelaksanaan ujian ini dimonitor langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melalui telecoference di Gedung BPPT di Jakarta.

UTBK akan dilakukan dalam 24 sesi, jadi masih ada waktu bagi calon peserta untuk mendaftar. Pelaksanaan pertama ujian berupa Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompeten Akademik (TKA) yang diselenggarakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

UTBK kali ini memiliki banyak kemudahan bagi peserta, termasuk tes dapat dilakukan di setiap provinsi dan hasil nilai dapat muncul 10 hari setelah tes beserta rata-rata nilai dari seluruh peserta secara nasional.

Loading...

“Saya berharap jangan sampai terjadi gugup atau risau. Silakan Anda mendaftar, masih ada waktu yang cukup, yaitu 24 kali tes. Ini masih ada kesempatan banyak,” pesan Menristekdikti, dikutip dari kominfo.go.id

Menristekdikti juga menyatakan peserta UTBK diharapkan dapat belajar dari tes pertamanya di UTBK dan jika merasa belum maksimal dipersilahkan untuk mencoba lagi pada tes kedua.

“Kalau dia pada saat tes, nilainya dirasa kurang yakin, dia diberikan kesempatan lagi untuk tes kembali. Dua kali dia bisa melakukan tes ini,” ungkap Nasir di Gedung Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) UI setelah melihat pelaksanaan UTBK di Kampus UI Salemba.

Nasir juga menyampaikan lokasi tes tidak dijadikan landasan diterima atau tidaknya pendaftar SBMPTN.

“Tempat tes semua sama, yang penting hasil nilainya nanti nilai yang tertinggi. Jadi jangan khawatir yang tes di daerah masing-masing. Katakan dari Maluku, dari Papua, kemudian dia akan ambil di Universitas Indonesia, silakan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi menyatakan pelaksanaan UTBK SBMPTN kali ini berbeda dengan SBMPTN tahun lalu, karena diselenggarakan tidak sekali serentak, melainkan beberapa kali. Namun, perlu ada upaya lebih untuk memastikan soal UTBK tidak disebarluaskan.

“Kita sudah punya puluhan set yang kita sudah siapkan. Dalam satu ruangan itu, bahkan sebelahan tidak bisa saling menjiplak. Ini sudah kita lakukan sedemikian rupa. Walaupun tidak sama, ini setara. Sistem kesetaraan ini kita pertanggungjawabkan secara ilmiah,” kata Ravik.

Dalam UTBK SBMPTN kali ini, mahasiswa mendapat nilai terlebih dahulu untuk masing-masing sesi UTBK yang diambil. Berkaitan dengan passing grade atau batas minimal untuk masuk ke masing-masing PTN, LTMPT belum dapat melihat passing grade untuk masing-masing PTN.

“Karena tahun ini baru pertama kali sehingga belum ada gambaran (passing grade). Tahun yang akan datang, akan terlihat, misalkan 600 atau 700 itu bisa masuk ke Fakultas Kedokteran UI, misalkan. Sekarang ini yang kita bisa bantu ke masyarakat adalah kita 24 kali tes, setiap sesi, setiap kali tes, akan kita informasikan ke yang bersangkutan pasti pegang nilai, tapi kita bantu juga nilai maksimum berapa, minimum berapa, rata-rata berapa dalam satu sesi itu, sehingga dari situ terakumulasi sampai ke-24 kali,” ungkap Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT.

Editor Rinai BK

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here