Pemerintah Akan Rombak Kurikulum SMK Besar-besaran

Kepala Negara memimpin Ratas tentang Pembangunan SDM, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11) pagi. (Foto Humas)
Kepala Negara memimpin Ratas tentang Pembangunan SDM, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11) pagi. (Foto Humas)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan mengalami perombakan secara besar-besaran di tahun 2019 nanti. Untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Mengutip setkab.go.id, kebijakan ini pertimbangannya disebutkan bahwa hal ini bagian dari investasi di bidang SDM (Sumber Daya Manusia).

“Kita harus bisa menjadikan 260 juta penduduk Indonesia sebagai sebuah kekuatan besar negara kita, bukan hanya untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi tetapi juga untuk mengejar kesejahteraan, untuk mengejar kemajuan bersama,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan pengantar pada Rapat Terbatas mengenai Pembangunan SDM untuk Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11) pagi dikutip dari setkab.go.id.

Loading...

Menurut Presiden, kuncinya ada dua, yang pertama, perbaikan sistem pendidikan, terutama melalui revitalisasi pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

Ia menyebutkan, dalam 4 tahun terakhir ini pemerintah telah memulai langkah-langkah perombakan dan perbaikan di dalam sistem pendidikan vokasi kita. Namun diakui Presiden, jika langkah itu belum secara full melakukan perombakan besar-besaran.

“Perombakan yang kita lakukan di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) baik dalam kurikulum maupun penataan kompetensi terutama untuk guru-guru, saya melihat juga sudah dimulai. Tetapi sekali lagi ini memerlukan sebuah perombakan yang besar, dan kita minta mulai tahun depan betul-betul dilakukan secara besar-besaran,” tegas Presiden.

Kemudian yang kedua, menurut Presiden, adalah peningkatan keterampilan pencari kerja dan juga pekerja melalui pelatihan vokasi dan program sertifikasi. Presiden meminta tahun depan juga dilakukan besar-besaran mengenai ini.

“Saya melihat misalnya di Kementerian PUPR, program sertifikasi untuk para pekerja, saya melihat juga sesuatu yang sangat bagus, tetapi memang jumlahnya masih kecil,” terang Presiden.

Menurut Presiden, program sertifikasi ini perlu melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan dunia pendidikan termasuk melibatkan pesantren-pesantren, sehingga diharapkan para santri bukan hanya mendapatkan pendidikan yang berkaitan dengan agama tetapi juga bekal keterampilan.

Editor Rikmal Hadi
sumber setkab.go.id

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here