Ari: “KPU Diskualifikasi Paslon Sudrajat-Syaikhu Sebagai Peserta Pilgub Jabar

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Ari Junaedi Praktisi Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia (UI) menilai Pasangan Calon (Paslon) Sudrajat- Syaikhu harus didiskualifikasi sebagai kontestan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar)
Pasangan Calon (Paslon) Sudrajat- Syaikhu saat debat kedua pemilihan gubernur Jawa Barat di Balairung Kampus Universitas Indonesia, Depok (sumber photo jurnalpolitil.id)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Ari Junaedi Praktisi Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia (UI) menilai Pasangan Calon (Paslon) Sudrajat- Syaikhu harus didiskualifikasi sebagai kontestan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar).

Dimana hal ini berawal dari keributan yang terjadi di debat kedua pemilihan gubernur Jawa Barat di Balairung Kampus Universitas Indonesia, Depok Rabu kemarin, terus disesalkan berbagai kalangan.

“Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat dituntut untuk menjatuhkan sanksi “keras”. Pemberian sanksi administratif yang ringan terhadap pasangan Sudrajat-Syaikhu dipastikan tidak akan menimbulkan efek jera” kata Ari kepada bukamata.co Kamis 17 Mei 2018.

Loading...

Karena Ari menilai pasangan yang diusung Gerindra dan PKS tersebut sudah “off side” saat menyatakan pernyataan di akhir debat. Selain menyampaikan pernyataan diluar topik debat, dikatakan Ari hal tersebut juga secara etis juga melanggar.

“Sangat disayangkan seorang pensiunan jenderal bisa terbawa arus dan pola pemikiran seperti itu. Seperti jenderal yang kehilangan santun nya selama ini. Apa yang dilakukan pasangan asyik ini akan berpengaruh besar di mata calon pemilih di pilgub Jabar. Ingat #2019gantipresiden tidak identik dengan aspirasi calon pemilih. Pemilih di Jabar sekarang lebih realistis karena mengalami perubahan drastis di segala aapek kehidupan terutama infrastruktur di era pemerintahan Jokowi,” tandas Ari Junaedi.

Menurut Ari Junaedi yang juga pembimbing disertasi bagi mahasiswa doktoral di Universitas Padjadjaran ini, pasangan Sudrajat dan Syaikhu yang disorong Gerindra dan PKS seperti “mengubur” diri sendiri dengan pernyataan tersebut.

Image dan pola pandang masyarakat akan melihat kalau pasangan yang ingin disebut “asyik” itu ternyata tidak “asyik” di mata calon pemilih” ujarnya.
“Selalu menafikan hasil kerja pemerintahan Jokowi, selalu negative thingking dan selalu nyinyir dengan kerja keras presiden yang benar-benar kerja tentu akan dipersepsikan calon pemilih sebagai pasangan yang sakit hati. Blunder besar dan harus siap-siap menjadi penonton di kontes pilgub Jabar, ” papar Ari.

Ari berharap KPUD dan Bawaslu Jabar harus tegas menjatuhkan sanksi. Ditegaskan kembali oleh Ari, tidak cukup menjatuhkan sanksi ringan administratif untuk pasangan Sudrajat – Syaikhu. Harusnya pasangan ini didiskualifikasi saja dari peserta pilgub Jabar. Agar kejadian ini tidak terulang serta melihat pola “sakit hati” dan “frustasi” dari strategi kemenangan partai pengusungnya, layak Sudrajat – Syaikhu dicoret dari peserta pilgub Jabar” tutup Ari.

Editor Rikmal Hadi

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here