Andi Arief : Zulhas dan Salim Al Jufri Bisa Berubah Pendirian, Ada Apa?

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief menyatakan ada kelompok diluar koalisi Adil Makmur yang memberikan informasi sesat kepada Capres 02 Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa mereka menang 62 persen pada Pilpres 17 April kemarin.
Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Wasekjen Demokrat Andi Arief kembali mencuitkan pernyataan kontroversi. Setelah menyebut Prabowo sebagai Jenderal Kardus, kini Andi membeberkan alasan bagaimana dirinya mengetahui mahar politik Rp 500 M dari Sandiaga S Uno kepada PAN dan PKS.

Baca juga : Beberkan Mahar Sandiaga Uno Rp 500 M, Andi : Saya Dikasi Tau Fadli Zon

Awalnya, Andi menyebut PAN yang dibahkodai Zulkifli Hasan bersikeras untuk mengusulkan Cawapres hasil Ijtima Ulama. Begitu juga dengan PKS. Bahkan sebelumnya PKS sempat mengancam akan membuat poros ketiga jika Prabowo tidak meakomodir Cawapres hasil Ijtima Ulama.

Loading...

“Prabowo tetap hiraukan usul SBY soal tokoh netral. Herannya Zulhas dan Salim Al Jufri juga berubah pendiriannya dari harus figur dari PAN atau PKS atau tokoh netral tiba-tiba sepakat dan memilih setuju Sandi yang juga dari Gerindra, ada apa?” ungkap Andi di akun twitter miliknya, Sabtu (11/8/2018).

Ia menjelaskan, mahar Rp 500 M yang diserahkan Sandi diketahui dari tim kecil Gerindra, Fadli Zon.

“Soal Mahar ke PKS dan PAN masing-masing Rp500 M ini penjelasan Saya: Sekjen Hinca, Waketum Syarief Hasan dan sekretaris Majelis tinggi partai Amir Syamaudin mendapat penjelasan itu langsung dari tim kecil Gerindra Fadli zon, Dasco, Prasetyo dan Fuad Bawazier 8 Agustus 2018 pukul 16.00 wib,” ungkap Andi.***

Laporan : Bambang S
Editor : Adri Akbar

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here