Arief Poyouno Tuding Ada Oknum Pejabat Istana yang Tekan KPU

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menduga ada operasi terstruktur untuk mencopot Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dengan isu soal pengrusakan Barang Bukti (BB) dalam kasus importir daging, Basuki Hariman,
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Waketum Gerindra, Arief Poyouno menuding ada pihak istana yang menekan KPU RI. Menurut dia, hasil akhir Rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang diumumkan oleh KPU adalah hoaks dan menipu masyarakat Indonesia.

Apalagi lanjut dia, lebih cepat dari jadwal yang ditentukan tanggal yaitu 22 Mei ini.

“Sistim Perhitungan ( Situng ) di website KPU sebagai perintah UU Pemilu untuk informasi Dan keterbukaan publik data masuk baru 92 persenan dan hingga kini belum mencapai 100 persen” terang Arief dalam keterangan pers yang diterima bukamata.co Selasa malam (22/5/2019) .

Loading...

“Diduga percepatan hasil rekapitulasi suara Pilpres yang diumumkan diduga diperintah oleh oknum Istana agar mengelabui masyarakat yang akan melakukan protes dan menolak hasil Pilpres 2019” kata dia.

Dan kata dia lagi, hal itu jelas-jelas KPU mau lepas tangan dan menciptakan ketidakberesan dalam ketatanegaraan.

“Dimana dengan hanya jumlah 92 persen sudah menetapkan hasil suara Pilpres artinya pemerintahan yang dibentuk dari pilpres 2019 tidak sah alias ilegal” ujarnya.

Arief juga menduga 8 persen suara yang tersisa yang belum masuk Situng dan dijadikan 100 persen dalam hitungan rekapitulasi adalah yang menurut dia suara-suara setan alas yang dimanipulasi oleh KPU untuk memenangkan paslon 01.

Dikatakan Arief, pihaknya besok (Rabu 2 Mei) akan meminta polisi untuk menangkap semua komisioner KPU.

Karena menurut dia KPU melakukan tindak pidana kejahatan pemilu dan menipu rakyat.

Dan kata dia lagi, Gerindra, PKS, PAN dan Berkarya menolak menandatangani hasil akhir Rekapitulasi suara Pilpres.

“Dan ini makin menguatkan agar DKPP memecat semua komisioner KPU Dan Bawaslu mendiskualifikasikan hasil Pilpres 2019” tutupnya.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai pemenang dalam Pilpres 2019. Paslon 01 memperoleh 85.607.362 suara sah.

Kemenangan suara Jokowi-Ma’ruf setara dengan 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara.

Pengumuman itu, ditetapkan dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Nasional Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (21/5) dini hari pukul 01.46 WIB. Rapat dipimpin Ketua KPU Arief Budiman.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Sarinah Bakri

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here