Hasto : “Semakin Menampakan Sikap Emosional, Mengikis Martabat Pak Prabowo Sendiri

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal (Sekejn) DPP PDI Perjuangan menyatakan bahwa dalam agenda Pilkada Serentak 2018 yang digelar 27 Juni kemarin, partai berlambang Banteng Mocong Putih tersebut memenangi 60 persen.
Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Menurut Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto bahwa cara-cara Tim Prabowo-Sandi Capres 02 seharusnya paham, ketika aspek negatif seperti Hoax dan fitnah digunakan, maka hal tersebut akan masuk ke dalam perilaku, mental, dan cara bertindak yang negatif pula.

“Maka kita bayangkan mengapa Pak Prabowo semakin nampak emosional, dan dari tangannya mengalir energi negatif dengan gebrakan. Hal tersebut malah mengikis martabat Pak Prabowo sendiri” kata Hasto dalam keterangan pers yang diterima bukamata.co Jumat (12/4/2019).

Hal itu lanjut Hasto lagi ditambah dengan sosok seperti Ratna Sarumpaet, Neno Warisman, Bahar Smith, Amien Rais, Fadli Zon dan lainnya menambah energi negatif terhadap Capres 02 itu.

Loading...

“Kesemuanya banyak menampilkan hal negatif yang sebangun dengan watak dan karakter hoax itu sendiri. Untuk itu, mari perangi hoax dan fitnah. Jurus Trump yang mendeligitmiasi penyelenggara pemilu agar banyak golput, tidak berlaku disini” tegas Hasto.

Dikatakan Hasto, berbagai ancaman yang disampaikan oleh Tim Prabowo-Sandi yang akan mengadakan people power, hoax tujuh kontainer yang telah dicoblos, hoax bocoran penghitungan suara luar negeri, dan terakhir fitnah server KPU yang didesain untuk memenangkan paslon 01, hingga skenario surat suara yang sudah dicoblos, adalah satu kesatuan proyek untuk mendeligitimasi pemilu dan penyelenggara pemilu.

“KPU dan Bawaslu dipilih secara demokratis oleh DPR dan saat itu Gerindra, PAN, dan PKS menjadi bagian koalisi yang ikut memimpin pemilihan itu. Lalu ketika berbagai sandiwara pemilu dijalankan, dan berbagai hoax dan fitnah diluncurkan hanya untuk menyerang Pak Jokowi, maka rakyat Indonesia justru berbalik arah, semakin memerkuat dukungan pada Pak Jokowi. Jadi semua jurus hitam yang dipakai menjadi senjata makan tuan” papar Hasto.

Kemudian juga papar Hasto, berbagai jurus hitam yang dijalankan untuk menyerang Capres nomor urut 01 yakni Jokowi-KH Ma’ruf Amin, menurut dia justru akan berhadapan dengan Benteng Kultural, berupa niat baik, tenggang rasa, cinta damai, dan keharmonian.

“Watak dan karakter bangsa Indonesia itu membangun persaudaraan. Jadi jangan kotori peradaban kita dengan hal-hal hitam yang merusak sistem nilai kemanusiaan kita” ujar Hasto.

Dan tegas Hasto lagi, Tim 01 sendiri lebih memilih untuk mengawal kemenangan yang sudah didepan mata. “Karena itulah pilihan pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin jelas. “Kawal jalan kemenangan. Rakyat terus hadir membela pemimpin yang jujur, bekerja dan merakyat, meski dikepung sejuta meriam hoax” kata dia.

“Dukung langkah Presiden Jokowi memimpin jalan rekonsialiasi, dengan menebar kebaikan, serta mengembangkan sikap persaudaraan, dan menjaga persatuan bangsa” tutup Hasto.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Bambang S

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here