Jumat Sore Ini, Luhut Dan Sri Mulyani Akan Dimintai Klarifikasi Bawaslu

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani akan dimintai klarifikasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Kedua menteri tersebut akan dimintai klarifikasi soal adanya laporan dugaan pelanggaran pemilu terkait keberpihakan terhadap salah satu calon presiden saat penutupan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali beberapa waktu lalu.
Dewi Pettalolo (kanan) berbincang saat akan memberikan keterangan pers mengenai pengawasan Bawaslu pada Pilkada serentak 2018 di kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (12/7/2018). Pelaksanaan Pilkada serentak 2018 secara umum berlangsung aman dan proses penyelenggaraan dapat dikatakan baik, dengan sejumlah catatan perbaikan terhadap prosedur penyelenggaraan untuk pelaksanaan pemilihan umum berikutnya dan evaluasi pelaksanaan pemilihan 2018 untuk perbaikan prosedur penyelenggaraan pemilihan umum 2019. (ANTARA FOTO)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani akan dimintai klarifikasi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. Kedua menteri tersebut akan dimintai klarifikasi soal adanya laporan dugaan pelanggaran pemilu terkait keberpihakan terhadap salah satu calon presiden saat penutupan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali beberapa waktu lalu.

Mengutip Antara News, hal ini diungkapkan oleh Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo melalui pesan singkat, ia mengatakan, agenda klarifikasi terhadap keduanya akan dilaksanakan pada Jumat pukul 15.00 WIB.

Agenda klarifikasi tersebut sebagai tindak lanjut atas laporan warga masyarakat Dahlan Pido pada Kamis (18/10). Dahlan yang didampingi Advokat Nusantara mengadukan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena diduga melakukan pelanggaran pemilu saat penutupan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia.

Loading...

Dugaan pelanggaran terjadi saat sesi foto bersama Direktur IMF Christine Lagarde, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, Menko Luhut dan Menkeu Sri Mulyani serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjio, yang mengarahkan untuk menggunakan jari satu saat berfoto yang merujuk pada pasangan calon presiden.

Ia membawa bukti berupa pemberitaan media yang ada dan sebuah disket yang berisi gambar video saat kejadian tersebut.

Editor Rikmal Hadi
sumber antaranews.com

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here