Paling Lambat Besok, KPU Pastikan OSO Bakal Masuk DCT Jika Mundur dari Ketum Partai

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Jika mundur dari kepengurusan partai paling lambat besok (22/1/2109), Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan memastikan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) bakal masuk Daftar Calon Tetap (DCT) Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

“Sikap KPU jelas. Kalau Pak OSO memberikan surat pengunduran diri besok berarti Pak OSO kita masukan ke DCT. Tetapi kalau tidak memberikan ya tidak dimasukan. Kan batasnya sampai pukul 00.00 WIB,” kata Wahyu di Gedung KPU, Senin (21/1).

Hal itu disampaikan menyikapi tuntutan massa pendukung OSO beberapa hari terakhir kepada KPU. Hingga siang tadi, KPU juga masih didemo pendukung Ketua DPD tersebut. Mereka mendesak KPU segera memasukkan nama OSO dalam DCT meski belum mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Hanura.

Loading...

Pendukung OSO menilai KPU tidak mendengarkan perintah Mahkamah Agung (MA), Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI, dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Di sisi lain, KPU masih menanti pengunduran diri OSO berdasarkan pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/PUU-XVI/2018 yang melarang ketua umum partai politik rangkap jabatan sebagai anggota DPD.

Dalam Surat KPU Nomor 60/PL.01.4-SD/03/KPU/I/2019, KPU memberi toleransi kepada OSO dengan memberi tenggat waktu pengiriman surat pengunduran diri dari Partai Hanura hingga 22 Januari 2019.

Wahyu menyatakan KPU bakal memberi ruang sampai tengah malam bagi OSO mengundurkan diri sehingga masuk DCT DPD RI. Ia pun tak mempermasalahkan para pendukung terus mendemo KPU setiap hari.

“KPU menghormati itu. Di negeri ini mengeluarkan pendapat dilindungi UU, sepanjang kegiatan itu dilaksanakan sesuai ketentuan UU,” tuturnya.

Sikap KPU memang berbeda dengan Bawaslu yang tak mempermasalahkan masuknya nama OSO dalam DCT. OSO disebut bisa mengundurkan diri ketika resmi terpilih dan kembali menjadi anggota DPD.

Perkara ini bermula ketika gugatan pihak OSO terhadap KPU RI ke PTUN Jakarta dikabulkan Majelis Hakim PTUN. PTUN memerintahkan KPU menerbitkan DCT baru dengan nama OSO di dalamnya.

Dalam putusan perkara Nomor 242/G/SPPU/2018/PTUN.JKT, Majelis Hakim PTUN Jakarta juga membatalkan keputusan KPU Nomor 1130/PL.01.4-Kpt/06/KPU/IX/2018 tentang penetapan DCT perseorangan peserta Pemilu anggota DPD Tahun 2019 tertanggal 20 September 2018.

Putusan itu mengharuskan KPU mencabut penetapan DCT sebelumnya karena tak punya landasan hukum.

Editor Auzia
Sumber cnnindonesia.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here