PDI Perjuangan Pinta Seluruh Paslon Waspada, Soal Anas di Jatim Korban ‘Black Campaign’

BUKAMATA.CO, JAKARTA - PDI Perjuangan mengkritik pernyataan Prabowo Subianto yang menyetujui pemindahan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia ke Yerusalem. Prabowo dinilai Ahistoris.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan menghimbau seluruh Pasangan Calon (Paslon) yang didukung oleh partai berlambang Banteng Gemuk moncong putih itu untuk waspada terkait serangan kampanye hitam jelang Pilkada serentak 2018 ini.

Hal ini sampaikan sehubungan dengan persoalaan yang dialami oleh Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi yang dicalonkan PDI Perjuangan dan PKB sebagai Wakil gubernur Jawa Timur mendampingi Saifullah Yusuf.

“Seluruh masyarakat untuk berjuang bersama mewujudkan watak politik yang berkeadaban. Kami menolak berbagai bentuk kampanye hitam (black campaign) yang menghalalkan segala cara menghancurkan reputasi politik Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi” tegas Hasto kepada wartawan Sabtu (6/1/2017).

Loading...

“Begitu kerasnya upaya pihak-pihak manapun yang melakukan kampanye hitam mengorbankan aspek etika agar benih-benih generasi muda yang mempunyai kepemimpinan sangat baik dapat dipatahkan di tengah jalan. Karena itulah PDI Perjuangan tetap kokoh. Kami memberikan dukungan moral. Kami memberikan dukungan sepenuhnya, bahwa yang namanya Abdullah Azwar Anas adalah sebuah korban dari politik yang liberal itu.” tegas Hasto lagi.

Untuk itu, tambah Hasto, PDI Perjuangan memutuskan, bahwa meskipun Anas telah menyerahkan mandat kepada DPP Partai, pihaknya tetap memberikan dukungan untuk melawan segala upaya mencoba menzolimi sosok yang dikenal merakyat tersebut.

“Partai menginstruksikan jajaran untuk memberikan dukungan terhadap Bung Azwar Anas di dalam menegakkan kebenaran di atas kebenaran itu. Karena kami percaya, kami diajari di dalam berpolitik ini bahwa siapapun yang menghalalkan segala cara tidak akan menang. Mereka akan dikalahkan oleh kekuatan rakyat itu sendiri.” pintanya.

Terkait pengunduran diri Anas ini diterangkan Hasto bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Kita bisa melihat sendiri prestasi Bung Azwar Anas di Banyuwangi. Kabupaten yang dulu tidak diperhitungkan, sekarang berubah dengan cepat. Rakyatnya hidupnya lebih baik. Tetapi kemudian hanya gara-gara merebut kekuasaan dengan menggunakan cara-cara keji meskipun kami tidak percaya foto-foto yang beredar itu. Kami melihat dalam keseharian Bung Anas orang baik, orang jujur. Dia orang yang mencoba menolak berbagai macam suap demi kekuasaan untuk rakyat itu.” terangnya.

Dan soal pengembalian mandat yang dilakukan Anas kepada DPP Partai, dikatakan Hasto lagi, PDI Perjuangan masih mempertimbangkannya, apalagi tukasnya partai yang akrab dengan wong cilik ini dihadapkan kepada pilihan tidak mudah.

“Kami tetap akan mendampingi Bung Azwar Anas. Kami bukan partai ketika ada orang yang bermasalah kami tinggalkan. Apalagi ini sekali lagi karena masalah kekuasaan. Bung Anas tahu bahwa dirinyalah yang ditarget” tukasnya.

Editor Rikmal Hadi

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here