PDIP Himbau Rakyat Cari Pemimpin Bangsa Harus Punya Karakter Kebersihan Jiwa Raga, Bukan Modal Fisik Saja

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Mendekati masa pencoblosan pemilu dan pilpres secara serentak pada 17 April 2019 ini, PDI Perjuangan kembali menegaskan pentingnya karakter dan rekam jejak pemimpin. Karena karakter yang baik dari pemimpin, dijiwai oleh jiwa-rohani sehat, akan melahirkan pikiran dan keputusan politik yang jernih untuk rakyat, bangsa dan negara.

“Kita mengenal kata-kata bijak Mens Sana In Corpore Sano, dimana antara tubuh dan jiwa merupakan satu kesatuan. Jiwa yang tidak sehat, ciptakan kata-kata dan perilaku yang tidak sehat. Dengan demikian rekam jejak pemimpin akan menggambarkan karakter dasar pemimpin itu. Karakter inilah yang seharusnya dilihat” ungkap Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan persnya yang diterima bukamata.co Selasa (19/3/2019).

Hal ini disampaikan Hasto sehubungan dan menyikapi isu yang berkembang usai debat Cawapres antara Prof DR KH Maruf Amin dan Sandiaga Uno Salahuddin pada Minggu (16/3/2019) lalu ketika ada pihak yang mencoba menggeser persoalan dasar pemimpin tersebut hanya pada ketrampilan bicara, bahkan kata dia ada yang menggeser lebih parah dalam tampilan six pack body, ketampanan fisik, atau pada ukuran jas necis versus sarung.

Loading...

“Alhamdulillah penampilan debat Kyai Ma’ruf Amin menghadirkan kesempurnaan kearifan dan visi-misi pemimpin baik. Rekam jejak pemimpin dalam karakter itu bisa dilihat dari kearifan, kebijaksanaan, berpikir positif, bertindak positif. Bandingkan dengan pemimpin emosional, un-control, ataupun minimnya rasa kemanusiaan” kata Hasto.

Kemudian tegas Hasto, PDI Perjuangan sangat keras menanggapi fitnah Anti Islam, LGBT, PKI, asing-aseng, demikian halnya fitnah terhadap penghapusan pelajaran agama, adzan dan lainnya kepada Capres nomor urut 01 itu

“Fitnah yang ditujukan ke Pak Jokowi-KH Maruf Amin akhirnya membuktikan bahwa Pak Jokowi-Kyai Maruf Amin berkarakter lebih Islami, lebih merakyat, lebih nasionalis, bersemangat hubbul wathan minal iman, dan lebih memiliki karakter yang baik, tidak emosional. Mereka yang memfitnah LGBT, jangan-jangan hanya untuk menutupi kelemahan sendiri, dan waktulah yang akan membuktikan” papar Hasto.

Dikatakan Hasto bahwa urusan bangsa dan negara memerlukan watak dan jati diri yang bersumber dari kebaikan. Maka tegasnya pemimpin itu bukan persoalan six body pack.

“Pemimpin itu persoalan tanggung jawab bagi bangsa dan negara agar Indonesia berkehidupan aman, tenteram, makmur dan mengalir kebaikan sejati untuk kemaslahatan rakyat Indonesia” tutup Hasto.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Bambang S

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here