Aliansi Relawan Jokowi Yakin Biang Kerusuhan Bukan Kubu Prabowo

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) memilih untuk
mengikuti instruksi Tim Kemenangan Nasional (TKN) 01 untuk
membatalkan orasi kebangsaan yang rencananya akan digelar di
Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Sebagai aliansi yang terdiri dari sekitar 875 organ relawan, ARJ
memilih bersikap bijaksana dan mengalihkan rencana orasi menjadi
buka puasa bersama di Rumah Aspirasi Rakyat 01, Jalan Proklamasi
Nomor 46, Menteng, Jakarta Pusat.

Penanggungjawab ARJ, Haidar Alwi, mengungkapkan orasi itu
rencananya akan diisi oleh perwakilan pasangan calon presiden dan
wakil presiden nomor urut 01 dan 02 yang masing-masing terdiri dari
dua narasumber. Namun melihat situasi yang tidak kondusif karena
kerusuhan, hal itu dibatalkan.

Loading...

“Padahal ini kan penting sekali, ketika 01 dan 02 berorasi yang
akan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Haidir.

Haidir juga menilai bahwa ada sekelompok orang yang sengaja
memanfaatkan situasi pasca pengumuman rekapitulasi Pemilu 2019.
Mengenai siapa tokoh dibalik kerusuhan itu, Haidar sangat yakin
pelakunya tidak ada hubungannya dengan kubu 02, Prabowo Subianto
dan Sandiaga Uno.

“Aksi kemarin dan hari ini menurut saya itu bukan 02. Kalau 02 saya
rasa sudah legowo karena mereka akan menempuh jalur hukum dengan
mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Jadi perusuh-perusuh itu
adalah adalah sekelompok orang yang sengaja ingin mengacaukan
negeri kita Indonesia tercinta,” ujarnya.

Seterusnya, Haidir meminta rakyat Indonesia lebih bijak dan tidak
mudah terprovokasi dengan isu dan kondisi yang sengaja dibuat keruh
oleh oknum tertentu.

Namun begitu, ia bersyukur atas tindakan cepat yang dilakukan
Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dengan
memblokir sejumlah fitus media sosial dan aplikasi pesan instan
yang menyebarkan hoaks dan seruan provokasi.

“Coba bayangkan kalau tidak ada tindakan dari Kemenkominfo,
pennyebarab isu-isu dan informasi yang mengancam persatuan dan
kesatuan akan tidak terkendali. Sebagai bangsa yang beradab, bangsa
yang cerdas, marilah kita bijak menyikapi situasi dan kondisi saat
ini. Jangan mudah terprovokasi. Keutuhan NKRI jauh lebih penting
dari semua itu,” demikian kata Haidar.

Laporan Bambang S
Editor Rinai BK

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here