Bawaslu Riau Gelar Sidang Tindak Lanjuti Laporan Kecurangan Pemilu

BUKAMATA.CO, RIAU – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau menggelar Sidang Pelanggaran Administrasi Acara Cepat di Rokan Hulu (Rohul) dan Siak, Kamis (16/5/2019). Sidang ini dilakukan untuk memproses dugaan pelanggaran Pemilu 2019.

Sidang dugaan pelanggaran Pemilu di Rohul dengan pelapor pertama bernama Hendra Mastar dari Partai Amanat Nasional (PAN), pelapor kedua Riko Wahyudi dari Partai Gerindra‎. Sementara itu di Minas, Kabupaten Siak, berupa Laporan Wira dari Dewan Pimpinan Daerah PAN Siak dan Syahrul ketua DPC PDI Perjuangan Siak.

Rusidi Rusdan, ‎Ketua Majelis Sidang sekaligus Ketua Bawaslu Riau mengatakan sidang dengan metode acara cepat adalah sidang acara penanganan administrasi berdasarkan Peraturan Bawaslu Nomor 8 tahun 2018, dimana kewenangan Bawaslu adalah menyelesaikan pelanggaran administrasi dilaksanakan secara cepat.

Loading...

“Kalau administrasi biasa itu waktunya 14 hari, jadi ini karena metodenya acara cepat, putusannya nanti bisa dua atau tiga hari sudah selesai,” kata Rusidi.

Rusidi menerangkan bahwa pada sidang acara cepat ini untuk menyelesaikan perkara yang sifatnya seperti kesalahan administrasi, yaitu dengan mempertemukan kedua belah pihak baik pelapor maupun terlapor.

Pelapor, lanjutnya, harus memenuhi syarat formil dan materil sebagai Warga Negara Indonesia, pelaporan masih dalam waktu yang bisa dilaporkan, ada kronologis kejadian, dan ada saksi serta bukti.

Rusidi mengungkapkan, dalam perkara ini yang dilaporkan pada prinsipnya adalah kesalahan penulisan dan perbedaan-perbedaan antara form C1 yang diterima saksi pelapor dengan yang ada yang dibacakan di pleno kabupaten/kota.

“Ada pelapor yang merasa dirugikan dengan keputusan KPU Rohul dan Siak yang menurut mereka tidak sesuai dengan fakta sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua KPU Rohul, Elfendri, yakin laporan yang masuk sudah dilaksanakan oleh KPU sebagai penyelenggara sesuai prosedur, baik itu penempelan form C1, termasuk kesalahan-kesalahan lain sudah diperbaiki seperti kesalahan penulisan jumlah total suara.

“Kita punya dokumen-dokumen mulai dari C1 sampai ke DB-1 terakhir alhamdulillah sudah lengkap,” katanya.

Editor Rinai BK

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here