Berikut Ini Kerawanan Tahapan Pilkada Serentak Kata Mendagri Tjahjo Kumolo

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat jadi pembicara di acara Rapat Pimpinan TNI/Polri di Gedung Gatot Subroto, di komplek Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta, Selasa (23/1).

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dihadapan pimpinan TNI- Polri menyampaikan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) memiliki potensi kerawanan di setiap tahapan dan hal tersebut telah dipetakan.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan itu saat jadi pembicara di acara Rapat Pimpinan TNI/Polri di Gedung Gatot Subroto, di komplek Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta, Selasa (23/1).

Menurut Tjahjo, setiap tahapan memiliki potensi kerawanan. Misalnya, dalam tahapan pendaftaran pasangan calon, potensi kerawanan terkait dengan konflik kepengurusan partai dan dukungan e-KTP bagi calon perseorangan.

Loading...

“Sementara dalam tahapan distribusi logistik, potensi kerawanannya terkait dengan keterlambatan distribusi logistik tiba di Tempat Pemungutan Suara (TPS), ” kata Tjahjo.

Sedangkan potensi kerawanan di tahapan kampanye, kata Tjahjo, terkait dengan adanya protes partai ke penyelenggara sampai adanya bentrok massa pendukung yang berujung pada perusakan alat peraga kampanye dan lainnya. Dalam tahapan masa tentang kampanye, politik uang juga jadi salah satu yang rawan terjadi.

“Juga kampanye hitam, sabotase, ancaman penculikan, serta kampanye golongan putih untuk tidak memilih,” katanya.

Sedangkan potensi kerawanan yang harus dicermati saat tahapan pemungutan suara, lanjut Tjahjo, adalah praktek money politic, kerusuhan, sabotase dan keributan di TPS serta ancaman terorisme. Protes hasil penghitungan suara, penggelembungan hasil penghitungan suara, mengulur waktu penghitungan suara, hingga tindak kekerasan dan perusakan, adalah sejumlah potensi kerawanan di tahapan penghitungan suara.

“Dalam tahapan penetapan pemenang, potensi kerawanannya adalah jika terjadi unjuk rasa yang diikuti oleh perusakan fasilitas dan bentrokan massa yang menolak penghitungan suara,”ujar mantan Sekjen PDIP tersebut.

Seperti diketahui Rapim TNI/Polri bertema, ” Dilandasi Dengan Sinergi, Soliditas dan Profesionalitas, TNI/Polri Siap Mengamankan Pilkada Serentak 2018 dan Tahapan Pemilu 2019, Dalam Rangka menjamin Kelangsungan Pembangunan Nasional, ” dihadiri langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, seluruh Kepala Staf TNI, sejumlah menteri di Kabinet Kerja, dan 359 perwira tinggi TNI dan Polri.

Editor Rikmal Hadi
Sumber Puspen Kemendagri

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here