Menko Polhukam: Pemilu Sudah Selesai, Masyarakat Jangan Terpecah Lagi

Menko Polhukam, Wiranto (foto: google)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Pemilihan Umum (Pemilu) telah dilaksanakan tanggal 17 April 2019 yang lalu. Untuk itu Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, mengajak semua pihak bersama-sama menjaga keamanan, bukan hanya aparat keamanan tapi seluruh bagian masyarakat.

Wiranto menyebut Pemilu telah selesai, sehingga seharusnya tidak ada hal-hal yang menyebabkan masyarakat terpecah belah, atau hal lain yang menganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Ia mengatakan, perpecahan di tengah masyarakat akibat Pemilu adalah hal yang tidak pantas.

“Ya enggak worth it istilah saya. Enggak sepadan lah ya, dengan penjagaan keamanan, bagaimana telah membangun persatuan dan kesatuan bangsa yang cukup panjang ini. Jangan gara-gara pemilu kemudian terjadi sesuatu yang membuat kita tidak aman. Jangan sampai terjadi itu,” katanya, Selasa (23/4/2019), dikutip dari setkab.go.id

Loading...

Aparat keamanan, lanjutnya, mulai dari polisi, TNI, hingga unsur keamanan di masyarakat sudah dipersiapkan untuk berjaga-jaga supaya jangan sampai terjadi hal-hal yang kemudian mengganggu keamanan nasional.

“Kita tinggal menunggu saja tanggal 22 Mei nanti pengumumnan dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang memang ditunjuk, dibentuk secara mandiri independen, tidak ada yang mempengaruhi untuk melakukan tugasnya memberikan hasil keputusan dari Pemilu yang sudah berlangsung,” ujarnya.

Wiranto juga mengingatkan hal-hal yang mengenai kegiatan negatif tentang Pemilu sudah ada wadah tersendiri untuk diselesaikan.

“Pelanggaran etika ada disiapkan di DKPP, pelanggaran-pelanggaran di daerah ada Gakumdu, pelanggaran-pelanggaran yang merupakan perbedaan perhitungan ada Mahkamah Konstitusi, ada kemudian kecurangan-kecurangan Pemilu di semua strata ada namanya Bawaslu, Panwaslih,” terangnya.

Karena itu Wiranto dengan tegas meminta seluruh pihak untuk menyelesaikan masalah seputar Pemilu sesuai jalur yang telah diatur oleh hukum.

“Jadi saya kira, untuk menyelesaikan hal-hal yang dianggap tidak wajar, jangan kemudian diselesaikan sendiri. Itu namanya melanggar hukum. Ini negara hukum di Indonesia, kan begitu. Ini yang harus dijaga bersama-sama dan masyarakat tak perlu takut, tak perlu kuatir. Ini negara hukum,” katanya.

Editor Rinai BK

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here