Pengamat Politik: Klaim Kemenangan Prabowo Lecehkan Akademisi

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Pengamat Komunikasi Politik, Ari Junaedi mengungkapkan bahwa klaim kemenangan yang dilakukan Prabowo Subianto hari Rabu, (17/4/2019) sangat tidak masuk akal.

Menurut keterangan yang diterima bukamata.co, Ari berpendapat bahwa klaim calon presiden nomor urut 02 itu mematikan akal sehat.

“Prabowo Subianto di Pilpres 2019 menyebut angka 62 % serta berbasis data real count dari lebih 320.000 TPS yang dilakulan internal, sangat tidak masuk akal dan non sense,” katanya.

Loading...

Pengamat komunikasi politik yang juga pengajar di berbagai kampus di tanah air tersebut menyebut klaim sepihak tersebut tidak mengedepankan metodologi yang tepat.

“Pertama pihak pasangan 02 ini tidak menjelaskan metodologi yang dipakai serta lembaga yang melakukan survei. Kedua, klaim sepihak ini tidak sepadan dengan hasil lembaga-lembaga survei yang kredibel serta mengedepankan metodologi yang tepat. Lagipula, lembaga survei yang tergabung dalam Persepi sudah bersedia diaudit publik,” jelas Ari.

Ari yang pernah meraih penghargaan WCO Award 2014 karena tata laksana komunikasi di Bea Cukai Indonesia itu, klaim Prabowo yang tidak didukung transparansi metodologi, lembaga, serta SDM yang mumpuni di ranah statistika sangat mencederai nilai-nilai akademisi yang menjunjung tinggi objektifitas dan kejujuran.

“Sebaiknya pengumuman kemenangan final diserahkan saja ke otoritas yang berwenang yakni KPU Pusat,” tegasnya.

Ari mengungkapkan bahwa ia tidak ingin karena klaim Prabowo membuat generasi muda dijejali pemahaman yang keliru bahwa survei sebagai metoda penghitungan suara digunakan politisi untuk memenuhi ambisi politik seseorang.

“Exit poll, quick count dan real count adalah cara untuk mengetahui peraihan suara semata,” ujarnya.

Editor Rinai BK

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here