Pidato Capres, Jokowi Tetap Optimis, Prabowo Titik Berat Masalah Pangan

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Dalam kesempatan terpisah Capres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sama-sama berpidato mengenai optimisme dan pesimisme terkait kondisi bangsa. Jokowi menyatakan menolak pesimisme, sedangkan Prabowo menyoroti ketahanan bangsa.

Pidato Jokowi sebelumnya disampaikan di hadapan alumni sejumlah universitas di plaza tenggara GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019). Jokowi marah apabila ada yang menyebut negara punah dan bubar.

“Kita harus optimis, kita harus optimis, kita harus optimis, jangan sampai ada pesimisme di antara kita. Jangan sampai ada yang bilang Indonesia bubar, nggak ada! Jangan sampai ada yang bilang Indonesia punah, tidak ada! Tidak ada, tidak ada, saya katakan tidak ada,” ujar Jokowi dengan nada berapi-api.

Loading...

“Sesulit apa pun rintangan itu, sesulit apa pun rintangan itu, sesulit apa pun hambatan itu, kita harus bersama-sama membangun negara ini!” kata dia.

Apalagi Indonesia merupakan negara besar. Tentu saja banyak tantangan yang harus dihadapi.

“Tapi saya tahu, negara sebesar Indonesia ini tantangannya juga besar, tantangannya banyak. Tapi kita tidak boleh lemah, tidak boleh takut terhadap tantangan-tantangan dan rintangan,” ucapnya.

Dua hari berselang, Prabowo berbicara soal pesimisme dan optimisme. Prabowo langsung menyoroti kondisi negara saat ini menurut penjelasannya.

“Saudara-saudara sekalian, ada yang mengatakan jangan pesimis, harus optimis. Indonesia katanya akan bertahan 1.000 tahun lagi. Saudara-saudara, saya bertanya, apakah negara yang tidak mampu membayar rumah sakit, tidak mampu menjamin makan untuk rakyatnya, tidak membela petani, nelayan, pekerja, tentaranya tidak kuat, bisa bertahan 1.000 tahun?” kata Prabowo dalam pidato kebangsaan di JCC Senayan, Jakarta, Senin (14/1).

“Jangan-jangan bertahan 10 tahun sudah setengah mati kita,” imbuhnya.

Prabowo mengatakan cadangan bahan bakar negara hanya 20 hari, cadangan beras hanya 3 pekan. Mengutip Menhan, Prabowo mengatakan negara ini hanya bisa bertahan 3 hari jika dalam kondisi perang.

“Karena peluru hanya bertahan tiga hari. Bukan saya yang menyampaikan itu, tapi Menteri Pertahanan dari pemerintahan yang sekarang ini,” ujar Prabowo .

Editor Auzia
Sumber detik.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here