Repdem Sulut Minta Aparat Segera Tangkap Provokator Dan Bubarkan Ormas Penyebab Rusuh Papua

Fredy Ratumbanua, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD- Repdem) Sulawesi Utara
Fredy Ratumbanua, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD- Repdem) Sulawesi Utara

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Untuk segera menyelesaikan persoalan perlakukan rasisme dan penyerangan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, hingga menyulut terjadinya aksi protes masyarakat di Manokwari dan beberapa daerah lainnya, aparat diminta untuk segera menangkap dan memproses hukum aktor intelektualnya.

Hal itu disampaikan Fredy Ratumbanua, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD- Repdem) Sulawesi Utara (sulut) Jumat pagi (23/8/2019).” Kami meminta agar aparat penegak hukum segera tangkap aktor intelektualnya, jangan menghabiskan waktu dan energi hanya untuk berdebat asapnya, segera padamkan apinya, tangkap dan proses hukum” tegas Fredy.

Tidak hanya itu, Fredy juga meminta agar pemerintah segera melakukan evaluasi organisasi masyarakat (ormas) yang dianggap sebagai pemicu terjadinya perlakuan rasis terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya dan daerah lainnya.

Loading...

“Jika ditemukan perbuatan melawan hukum dan tidak bisa menjaga toleransi di Bumi Indonesia ini bubarkan saja ormas-ormas yang nggak jelas dan cenderung menjadi provokator bagi masyarakat yang hidup berdampingan” tegas Fredy.

Repdem kata Fredy selaku organisasi sayap resmi PDI Perjuangan akan selalu berada di garda terdepan dan siap bekerjasama dengan aparat penegak hukum dalam memerangi upaya-upaya perlakukan rasisme dan intoleransi terhadap harmonisasi masyarakat Indonesia.

“Bung Karno sudah bersusah payah memerdekakan bangsa ini, jangan rusak dan hancurkan kemerdekaan itu, jangan coba-coba merongrong Pancasila, UUD 1945, Torang samua basudara, torang samua ciptaan Tuhan, dibawah kibaran Merah Putih” tegas Fredy.

Mengutip liputan6.com,pada konflik yang terjadi di beberapa wilayah Papua dan Papua Barat pada Senin 19 Agustus 2019, Badan Intelijen Negara (BIN) sudah memetakan siapa dalang di balik aksi tersebut.

“Ya sudah, sudah ada pemetaan. Siapa bermain, siapa itu sudah ada pemetaan. Dan kami antisipisi supaya bisa segera dilakukan peredaan ketegangan,” kata juru bicara BIN Wawan Hari Purwanto, saat dikonfirmasi, Rabu (21/8/2019).

Sementara itu menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, pihaknya mengindentifikasi adanya kelompok yang ingin memancing kerusuhan di Fakfak, Papua Barat.

Kelompok itu menyusup di antara para pendemo yang sedang melakukan aksi damai pada Rabu (21/8/2019) sekitar pukul 9 waktu setempat.

Aksi demonstrasi itu adalah buntut dari dugaan persekusi yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Wilson PN

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here