Sejak Era Soekarno Hingga Kini, PDI Perjuangan & Islam Selalu Dekat

BUKAMATA.CO, JAKARTA - PDI Perjuangan mengkritik pernyataan Prabowo Subianto yang menyetujui pemindahan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia ke Yerusalem. Prabowo dinilai Ahistoris.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

BUKAMATA.CO, JAKARTA – PDI Perjuangan akan mendokumentasikan seluruh sejarah tentang kedekatan partai berbasis nasionalis tersebut dengan Islam. Berangkat dari adanya kelompok yang gencar mengkampanyekan hitam bahwa PDI Perjuangan anti Islam.

Sebagaimana disampaikan oleh Sekjen DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto. Dan ia mengaku prihatin karena masih ada yang mau menjauhkan PDIP sebagai golongan nasional dengan golongan Islam.

“Menghadapi hal itu, PDI Perjuangan berencana untuk membukukan pidato dan pemikiran serta kebijakan Presiden Soekarno dan Presiden Megawati Soekarnopuri dalam bahasa Arab dan Inggris,” kata Hasto saat berdialog dengan ulama terkemuka Betawi, KH Abdul Hayyie Na’im dan sejumlah ustaz serta kiai di teras Masjid An-Nur, Cipete Utara, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019) malam.

Loading...

Saat itu, Hasto didampingi sejumlah kader PDIP, antara lain Zuhairi Misrawi, KH Zainal Arifin Na’im, Gembong Warsono, dan Yuke Yurike. Dialog berlangsung secara santai lebih dari dua  jam.

Dia menjelaskan, PDI Perjuangan menyiapkan tim khusus untuk meluruskan sejarah dan anggapan bahwa PDIP jauh dari Islam dalam bentuk buku. “Intinya, kami ingin meluruskan sejarah Bung Karno dan Islam, termasuk sejarah Ibu Megawati dan Islam,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, dia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan PDIP merupakan dua kekuatan besar yang memiliki sejarah panjang dan diharapkan selalu memiliki hubungan baik.

“Sebagai kekuatan Islam dan nasionalis, maka kuncinya silaturahmi, sehingga bisa terbangun dan terjalin hubungan baik. Pada dasarnya, warga Indonesia senang musyawarah,” kata Hasto.

Dituturkan Hasto, bahwa sejarah panjang PDI Perjuangan dan NU sejak era Soekarno di masa perjuangan kemerdekaan hingga sejarah terkini ketika PDIP di depan saat mengusulkan Hari Santri dan sebaliknya usul penetapan Pancasila 1 Juni dimana NU terdepan memperjuangkannya.

“PDI Perjuangan diajarkan untuk tidak melupakan sejarah dan bukan bermaksud takabur. Sejarah Hari Santri diperjuangkan saat kampanya pilpres 2014. Saat itu Wasekjen PDIP Ahmad Basarah mengusulkan kepada Pak Jokowi sebagai kesadaran sejarah atas peran Resolusi Jihad yang menggetarkan tentara Sekutu,” ujar Hasto.

Juga kata dia merasa terhormat bisa berdialog dan bertukar pikiran dengan kalangan nahdliyin di DKI Jakarta. Menurutnya di desa-desa, warga Nahdliyin dan warga PDIP menyatu.

Hasto pun menceritakan kedatangan tokoh senior dari NU Mbah Moen ke kediaman Megawati beberapa waktu lalu sebelum melaksanakan ibadah haji. Dalam kesempatan itu, kedua tokoh besar itu membahas banyak hal.

Mengamini harapan Hasto, KH Abdul Hayyie Na’im pun mendoakan agar antara Islam dan PDIP selalu terjalin hubungan baik. Dia juga mendoakan agar pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi dan KH Ma’ruf Amin nanti akan memberi manfaat besar bagi bangsa dan negara.

“Semoga Pak Jokowi dan Kiai Maruf Amin bisa memimpin dengan baik dan mari kita saling memperkuat silaturahmi,” ucap Kyai Hayyie.

Editor Ady Kuswanto
sumber pdipjatim.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here