Soal Hasil Pileg dan Pilpres 2019, Partai Demokrat Pilih Jalur Konstitusi

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Ferdinand Hutahaean, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat ogah menanggapi pernyataan Wakentum Partai Gerindra, Arief Poyouno yang mengancam akan menggugat KPK dan Pengadilan Negeri (PN) agar Edhie Baskoro (Ibas) anak dari Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dipanggil paksa untuk diperiksa terkait kasus korupsi Hambalang. Ferdinand bahkan mempersilahkan Waketum partai besutan Prabowo Subianto itu ngomong apa saja, lantaran dinilai tidak berkualitas.
Ferdinand Hutahaean, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Meskipun Prabowo Subianto Capres nomor urut 02 menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun Partai Demokrat yang merupakan bagian dari koalisi Adil Makmur pengusung Capres 02 itu lebih memilih jalur konstitusi.

“Demokrat akan berada di jalur konstitusional. Terkait Pileg, Demokrat akan melihat terlebih dahulu hasilnya seperti apa” papar Ferdinand Hutahaean, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat kepada bukamata.co Kamis sore (16/5/2019).

Namun lanjutnya jika hasil yang diumumkan sudah sesuai dengan data yang mereka miliki, maka akan PD menyatakan menerima.

Loading...

Masih menyangkut hasil Pileg, lanjut Ferdinand, namun bila ada penetapan yang masih belum sesuai dengan data yang mereka miliki, maka PD akan mengajukan keberatan dan membawa sengketa ke Mahkamah Konstitusi.

Dan terkait dengan hasil Pilpres, Ferdinand mengatakan PD lebih menyerahkan kepada BPN.

Baca Juga : Ferdinand Hutahaean : Andi Arief Tak Mau Prabowo Dijerumuskan Setan Gundul Dengan Informasi Salah

“Demokrat intinya tetap akan berada dijalur konstitusi” ujar dia.

Dan diterangkan Ferdinand, apabila hasil Pilpres dinyatakan BPN tidak diterima, secara lembaga, Partai Demokrat akan menyarankan untuk menempuh jalur hukum.

Sebelumnya, Arief Poyouno Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra menyatakan bahwa mereka selain menolak hasil Pilpres 2019 juga menolak hasil Pemilihan Legislatif (pileg) pada Pemilu 17 April tempo hari.

Baca Juga : Selain Pilpres, Gerindra Juga Menolak Hasil Pileg 2019

Hal ini ia sampaikan saat saat ditanyakan soal adanya kritikan agar Gerindra menolak hasil Pileg karena satu paket dengan Pilpres pada Pemilu 2019 ini.

“Ya harus dong harus kita tolak juga hasil Pileg karena banyak kecurangan juga” ujarnya kepada bukamata.co Kamis siang (16/5/2019).

Sama halnya dengan pernyataan Prabowo Subianto sebelumnya, dia menuding telah terjadi kecurangan selama penyelenggaraan pemilu, dari mulai masa kampanye hingga proses rekapitulasi hasil perolehan suara yang saat ini masih berjalan.

“Saya akan menolak hasil penghitungan suara pemilu, hasil penghitungan yang curang,” kata Prabowo saat berbicara dalam acara ‘Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019) dilansir dari kompas.com.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Sarinah Bakri

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here