Terkait Pilgub Jatim, La Nyalla Matalitti Mengaku Sudah Keluar Duit Untuk Oknum Partai Rp.7 M

La Nyalla Matalliti saat jumpa pers di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/1) dengan kalangan wartawan.

BUKAMATA.CO, JAKARTA – La Nyalla Matalliti Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jawa Timur (Jatim) yang ggal maju Pilkada 2018 karena tak diusung Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra ) menyatakan bahwa dirinya sudah menghabiskan dana Rp.7 milyar yang diminta oleh oknum partai.

Hal ini ia sampaikan untuk menanggapi undangan acara di sebuah media televisi nasional. La Nyalla Matalitti menyampaikannya melalui sebuah tulisan, dan disebutkannya dalam konsep tulisan tersebut akan dibacakan oleh Jamal Aziz.
Jamal Aziz ini dikatakan La Nyalla adalah orang yang mengetahui persis perjalanan ikhtiar politik dirinya untuk mencalonkan diri di Pilgub Jawa Timur.

La Nyalla mengaku selama proses perjalananya mengikuti dinamika jelang Pilgub Jatim, ia ungkapkan bahwa ada oknum yang selama ini menikmati uang miliknya hingga Rp.7 M.

Loading...

“Oknum tersebut meminta sejumlah dana untuk beberapa keperluan, yang tidak perlu saya rinci di sini, karena hanya membuka aib orang. Total dana yang saya keluarkan kepada oknum tersebut sekitar Rp. 7 miliar. Masing-masing Rp. 5,9 miliar dan beberapa kali pengeluaran sekitar Rp. 1,1 miliar” tulis La Nyalla Selasa (16/1/2017).

Dan ditegaskan La Nyalla dalam tulisannya, bahwa ada oknum pengurus partai, yang menemui dirinya. Oknum tersebut menjanjikan mengurus rekomendasi (Partai Gerindra. Red). Dan ditambahkan La Nyalla bahwa oknum tersebut meminta sejumlah fasilitas pribadi kepada dirinya sebagai imbalan.

Selain itu juga disebutkan La Nyalla bahwa Ketua DPD Gerindra Jatim dalam pembicaraan melalui telepon dengan Timnya, menyampaikan agar disiapkan dana Rp. 170 atau Rp. 150 miliar. Dana tersebut jelas La Nyalla akan dibawa ke Prabowo dan akan diurus rekomendasi calon gubernur. “Sekaligus akan diurus partai koalisi lainnya” terangnya.

“Saya ketika dipanggil Prabowo, diminta untuk menyiapkan dan menyerahkan dana saksi Rp. 40 miliar di kisaran tanggal 20 Desember 2017. Saya tidak setuju. Karena saya hanya bersedia menyiapkan dan menyerahkan dana saksi dan dana pemenangan setelah resmi terdaftar sebagai Calon Gubernur di KPU. Karena itu saya sudah membuka Cek Rp. 70 miliar, yang akan bisa cair setelah saya resmi menjadi calon gubernur” ungkapnya lagi.

Dan tambah La Nyalla. akhirnya ia diberi surat tugas oleh Prabowo untuk mencari sendiri Partai Koalisi, dan diberi waktu 10 hari.

La Nyalla juga membantah bahwa dirinya mengatakan secara langsung bahwa Prabowo memalaknya. “Kalimat itu adalah judul di media” ujarnya. “Tidak pernah pula saya mengatakan bahwa Prabowo meminta uang mahar” ujarnya lagi.

Namun ditegaskannya lagi bahwa semua fakta yang ia ungkapkan soal adanya permintaan uang kepada dirinya ia menyatakan memiliki bukti.

“Semua fakta tersebut tercatat, ada saksi dan sebagian ada bukti otentik, baik berupa kuitansi/tanda terima, maupun rekaman chatting dan telepon” tukasnya.

Editor Rikmal Hadi

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here