Aktivis PMP Nilai Banjir di Morowali Akibat Eksploitasi Alam Berlebihan

Azman Asgar

BUKAMATA.CO – Banjir bandang yang baru-baru ini melanda Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) dinilai Azman Asgar, aktivis sekaligus Kordinator Posko Menangkan Pancasila (PMP), sebagai sebuah evaluasi terhadap pemerintah.

Menurut keterangan Azman yang diterima bukamata.co, Rabu (12/6/2019) penting bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Sulteng untuk untuk melakukan evaluasi secara serius terkait proses pertambangan di daerah tersebut.

“Pasalnya, info yang kami dapatkan, daerah yang paling parah mendapat kepuangan air merupakan kecamatan yang paling masif produksi tambangnya yakni kecamatan Bahudopi. Artinya bahwa ada pengelolaan secara ugal-ugalan disana,” katanya.

Loading...

Azman menerangkan, proses eksploitasi sudah tidak lagi sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya dalam proses pertambangan, UU telah mengatur tentang kewajiban dan tanggung jawab pemegang IUP untuk tetap menjaga keseimbangan alam, di UU No 4 tahun 2009 dengan terang menjelaskan tanggung jawab tersebut, dan kembali dipertegas dalam PP No 78 tahun 2010 tentang reklamasi.

“Pertanyaannya, sudahkah pemegang IUP melaksanakan hal demikian? Atau jangan-jangan sibuk melipatgandakan keuntungan lalu abai terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitarnya?” ujar Azman.

Pemda, lanjut Azman, harus tegas terhadap kewajiban pemegang IUP dan tidak segan untuk mencabut izinnya jika melanggar. Ia juga menyoroti soal mudahnya izin IUP dikeluarkan tanpa pertimbangan yang benar-benar matang.

“Benar jika Pertambangan mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan di Triwulan I 2019 sebesar 6,77% bagi pendapatan Provinsi Sulawesi tengah (Sumber BPS), tetapi kita perlu memikirkan keberlangsungan hidup anak cucu kita mendatang, ini yang lebih penting bagi saya,” tutur Azman.

Azman menerangkan, pertambangan memang membantu pertumbuhan daerah, namun yang jadi masalah adalah cara, atau eksploitasi yang ugal-ugalan sehingga membuat ancaman banjir semakin sulit dihindari.

“Bagi saya, ini saat yang tepat bagi Pemda untuk lebih serius mengevaluasi semua pertambangan yang ada. Jangan hanya karena ketidak seriusan dan lemahnya penindakkan lantas mengorbankan harta dan nyawa orang lain akibat bencana tersebut,” tutup Azman asgar.

Editor Rinai BK

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here