Banjir Jakarta Karena Kurang Resapan Air

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Gempa berkekuatan 5.1 pada Skala Richter, yang berpusat di perairan barat daya Pulau Sumatera, mengguncang daerah pesisir Lampung pada Minggu malam pukul 23.04 WIB.
ilustrasi BMKG

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Kurang resapan air di Kota Jakarta menjadi penyebab rentan banjir, hal ini diungkapkan oleh Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho.

“Jakarta makin rentan banjir karena terkait dengan terbatasnya kawasan resapan air,” kata Sutopo dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/2/2018).

Sutopo mengatakan pembangunan di Jakarta sifatnya masif dengan kondisi permukaan yang kedap air dan terbatasnya resapan air.

Loading...

Sementara konservasi tanah dan air telah menyebabkan sekitar 85 persen curah hujan yang jatuh di wilayah Jakarta dikonversi menjadi aliran permukaan.

Baca Juga Penting Diketahui! Ini Penjelasan BPOM Soal Albothyl

Dia mengatakan air hujan hanya sekitar 15 persen yang tertahan di permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah.

“Itulah yang menyebabkan setiap hujan deras sering timbul banjir dan genangan,” kata dia.

Ke depan, kata dia, perlu diperbanyak pembangunan embung, sumur resapan, danau mini, biopori, restorasi anak-anak sungai, taman sebagai resapan air dan lainnya.

Dia mengatakan saat ini banjir dan genangan mulai surut tetapi bencana itu dapat kembali terjadi kapan saja karena kondisi alam ibu kota tidak dapat menyerap air secara efektif.

Dia mengatakan banjir dan genangan salah satunya disebabkan oleh sarana pengeringan/ drainase perkotaan yang tidak mampu mengalirkan aliran permukaan.

“Hujan lebat menyebabkan aliran permukaan melebihi kapasitas pengaliran drainase. Banjir dan genangan saat ini lebih cepat surut,” kata dia.

Editor Rikmal Hadi
sumber antaranews.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here