Berikut 7 Santunan Untuk Keluarga Korban Pesawat Lion JT-0610

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan akan memberikan santunan kepada keluarga korban pesawat jatuh Lion Air JT-610.
Hadiyanto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan penjelasan mengenai santunan yang akan didapatkan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 tujuan Pangkal Pinang. (FOTO KEMENKEU).

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan akan memberikan santunan kepada keluarga korban pesawat jatuh Lion Air JT-610. Santunan tersebut dilansir dari laman kemenkeu.go.id, yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Hadiyanto ada tujuh item.

Tujuh santunan tersebut terdiri dari :

1. Santunan kematian kerja: 60%x80xgaji terakhir dibayar sekaligus;
2. Uang duka tewas 6X gaji terakhir;
3. Biaya pemakaman;
4. Bantuan beasiswa untuk anak dengan rincian: belum sekolah dan SD 45 juta, SMP 35 juta, SMA 25 juta, dan Pendidikan Tinggi 15 juta. Adapun syarat perolehan beasiswa: anak belum memasuki usia sekolah, masih sekolah, kuliah, berusia 25 tahun, belum pernah menikah dan belum bekerja;
5. Gaji terusan 6X gaji terakhir;
6. Pensiun janda/duda/anak 72% dari gaji terakhir
7. Jika korban hanya meninggalkan orang tua maka akan mendapatkan pensiun orang tua sebesar 20% dari gaji terakhir.

Loading...

“Selain itu, Kemenkeu juga sudah menyiapkan tim pendampingan dari psikolog untuk keluarga korban untuk memulai mengelola psikologis pemulihan pasca musibah,” kata Hadiyanto di Ruang Press Kemenkeu, Rabu (14/11).

Pada kesempatan itu Ia juga menjelaskan bahwa Kemenkeu juga saat ini terus melakukan percepatan proses pengurusan hak-hak kepegawaian atas pegawai yang terkena musibah. Hak-hak tersebut yaitu santunan dan tunjangan atas meninggalnya ASN serta proses kenaikan pangkat anumerta.

“Ini proses Kemenkeu yang diusulkan ke BKN untuk memperoleh penetapan status tewas dan pangkat anumerta yaitu pemberian penghargaan satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya,,” jelas dia.

Kemenkeu pun melakukan koordinasi dengan K/L lain yang pegawainya juga terkena musibah, sebagai contoh dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dengan keyakinan pegawai tersebut tewas dalam melaksanakan tugas ke tempat kerja, Taspen dan Bapertarum juga akan mempercepat proses pencairan santunan dan tunjangan bagi keluarga korban.

Editor Rikmal Hadi
sumber kemenkeu.go.id

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here