Tegas ! Nasir Djamil Sebut Pemerintah Lebih Hargai Wisatawan Asing Dibanding Warga Sendiri

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Gempa Bumi yang terjadi di wilayah Lombok dan sekitarnya turut menyita perhatian banyak pihak saat ini. Pemerintah dinilai lamban dalam menetapkan status bencana alam yang menelan banyak korban tersebut.

Demikian disampaikan Anggota Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia DPR RI, Nasir Djamil melalui keterangan tertulis yang diterima bukamata.co, Selasa (21/8/2018).

“Saya sangat meyayangkan sikap dan kebijakan pemerintah yang sampai saat ini enggan menetapkan gempa bumi di Nusa Tenggara Barat ( NTB ) sebagai bencana nasional,” tuturnya.

Loading...

Menurut dia, sikap Pemerintah Pusat itu karena khawatir akan berdampak terhadap pariwisata Indonesia, terutama di NTB.

“Negara ini hadir untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah rakyat Indonesia. Karena itu negara harus hadir untuk melakukan rekontruksi dan rehabilitasi di NTB,” ujarnya.

Namun kekhawatiran pemerintah disebut Nasri tidak berdasar. Justru dengan penetapan bencana nasional akan memudahkan koordinasi dan pembagian kerja serta adanya tanggungjawab yang jelas.

Apalagi, kata dia, saat ini bantuan telah datang dari berbagai daerah di Indonesia. Baik yang diinisiasi oleh pemerintah daerah maupun kalangan swasta dan partai politik.

“Jika ingin NTB cepat pulih maka pemerintah pusat harus menetapkan bencana nasional agar proses pemulihan psikis dan pembangunan infrasrruktur berjalan terarah, terukur, dan tercapai sasarannya, serta cepat pelaksanaannya,” ujar legislator asal Aceh itu.

Ia mengingatkan, bahwa kunjungan Jokowi ke NTB paska gempa akan bermakna jika pemerintah menetapkan status kerusakan akibat gempa menjadi bencana nasional.

“Alasan takut terganggu pariwisata, seolah-olah pemerintah lebih menghargai wisatawan asing ketimbang warganya sendiri yang saat ini hidup di tenda-tenda pengungsian,” tegasnya.***

 

Laporan : Bambang S
Editor : Adri Akbar

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here