Hutan Habis Dibabat, Kembali Harimau Sumatera di Riau Terjebak Jerat

BUKAMATA.CO, PEKANBARU - Inung Rio, begitu pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menamakan Harimau Sumatera yang terjebak jerat di Kabupaten Pelalawan, Riau. Harimau Sumatera itu, setelah dilakukan pemeriksaan medis mengalami luka serius dan penyakit Tumor.
tim medis melakukan perawatan intensif kepada "Inung Rio

BUKAMATA.CO, PEKANBARU – Inung Rio, begitu pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menamakan Harimau Sumatera yang terjebak jerat di Kabupaten Pelalawan, Riau. Harimau Sumatera itu, setelah dilakukan pemeriksaan medis mengalami luka serius dan penyakit Tumor.

Sebagaimana diungkapkan oleh Suharyono Kepala BBKSDA Riau menyatakan tim medis melakukan perawatan intensif kepada “Inung Rio” meliputi pengukuran tubuh (morfometri), pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan, koleksi sampel, pemeriksaan USG, pengobatan kaki kiri depan yang terkena jerat.

“Terdapat 3 luka laserasi bagian medial kaki kiri merupakan bagian terparah dengan infeksi stadium 3 yang telah terbentuk jaringan nekrotik (jaringan membusuk) dengan diameter luka 4 cm kedalaman 3cm, dari domumentasi vidual photo hal ini terlihat jelas” ungkap Suharyono kepada wartawan dalam keterangan persnya Kamis malam (28/3/2019).

Loading...

Dijelaskannya lagi bahwa pada Biopsi jaringan (hyperplasia mukosa) terdapat tumor pada bagian mulut rahang bawah. “Dan akan diperiksa lebih lanjut ke laboratorium apakah tumor ganas atau tumor jinak” terang Suharyono.

Dijelaskan Suharyono, bahwa tim Medis yang terdiri dari BKSDA Riau , BKSDA Sumbar dan Yayassn Arsyari/PRHSD, juga melakukan pemberian cairan tubuh melalui infus serta pemeriksaan laboratorik sampel darah sebagai penunjang diagnosa penyakit.

Menurut Suharyono, kondisi harimau Inung Rio saat ini secara umum sudah sadar dari pengaruh bius berdasarkan laporan yang ia terima pada Kamis malam ini, jam 22.15 Wib, 28 Maret 2019.

Dan terang dia lagi, selanjutnya Inung Rio akan menjalani masa karantina selama 14 hari diagnosa.

“Sementara saat ini adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh luka terbuka di kaki kiri dan infeksi organ hepatika (hati) akan dilakukan diagnostik lanjutan untuk memperkuat diagnosa sementara yang didapat hari ini” tutup Suharyono.

Harimau Sumatera ini terjerat di kawasan hutan Desa Sangar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Wilson PN

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here