STN Riau : “Masyarakat Riau Keracunan Asap, Siti Nurbaya Harus Bertanggungjawab”

Rinaldi Ketua Serikat Tani Nasinal (STN) Provinsi Riau
Rinaldi Ketua Serikat Tani Nasinal (STN) Provinsi Riau

BUKAMATA.CO, PEKANBARU – Asap beracun akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau semakin merata memenuhi udara di Pekanbaru hingga 24 jam. Beberapa lembaga pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) mulai diliburkan pihak berwenang.

Selasa pagi (10/9/2019) udara di Pekanbaru diselimuti asap tebal beracun akibat Karhutla. Para pengendara sepeda motor mulai menggunakan masker.

“Siti Nurbaya harus bertangungjawab dengan kondisi yang terjadi saat ini, baru saja masyarakat di Riau tenang sejak 3 tahun belakangan kenapa diujung jabatan dia, asap kok kembali terjadi” ungkap Rinaldi Ketua Serikat Tani Nasinal (STN) Riau kepada bukamata.co Selasa pagi (10/9).

Loading...

Menurut Rinaldi, semakin tak terbendungnya Karhutla di Riau ini, membuktikan bahwa Siti Nurbaya sebagai Menteri Linkungan Hidup dan Kehutanan gagal dan lalai dalam menjaga lingkungan dan hutan.

Jokowi kata Chenal, panggilan akrabnya, harus bertindak tegas kepada pembantunya yang lalai menjalankan tugas. “Pecat dan berikan hukuman kepada mereka yang gagal itu. Jika taman nasional Tesso Nilo saja terbakar, bagaimana dia berhasil mengawasi lahan korporasi” tegas dia.

Dirinya juga menyarankan, agar kepala daerah di Provinsi Riau agar bersikap tegas untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman Karhutla ini. Terutama pada perusahaan-peruasahaan perkebunan sawit dan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beroperasi di Provinsi Riau.

“Cabut dan berikan hukuman untuk mengganti semua kerugian akibat Karhutla ini, perusahaan-perusahaan yang lahannya terbakar, karena mereka pihak yang paling bertanggungjawab terhadap nyawa jutaan masyarakat di Riau” tegas Chenal.

Selain itu juga, dia menegaskan agar kepala daerah di Riau untuk jangan ragu-ragu dalam membuat kebijakan meliburkan para peserta didik. Karena kata dia lagi, jika sudah tidak lagi sehat maka meliburkan sekolah adalah kebijakan terbaik.

“Asap Karhutla ini racun, dan peserta didik sangat rentan diracuni paru-parunya” ujarnya.

Pembagian masker itu, menurut dia bukan solusi permanen setiap terjadi Karhuta. Kepala daerah menurutnya harus melakukan evaluasi semua kebijakan izin-izin konsesi yang diberikan kepada perusahaan kebun sawit dan HTI.

“Terutama kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri LHK, jika tidak pro lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat Riau jangan takut untuk ditolak. Sampaikan kepada Presiden supaya menterinya ditegur bahkan diberhentikan jika kebijakannya ada persekongkolan dengan korporasi” tutup dia.

Editor Ady Kuswanto
Laporan Wilson

Loading...
BAGIKAN

1 KOMENTAR

  1. Emangnya ibu Siti Nurbaya Tuhan ?

    Pemda juga mesti bertanggung jawab atas rumah dan tanahnya sendirii

    Diatur, dirawat

    Bukan malah meyalahkan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here