Fahri Sebut KPK Gila, Sinting, KPAI Minta Politisi Hentikan Kata Umpatan

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Susanto, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pusat menyampaikan bahwa sebuah lembaga pendidikan di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau menyediakan sel tahanan dan model penyiksaan bagi siswanya yang dianggap tidak disiplin.
Susanto, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (sumber photo viva.co.id)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menghimbau agar para figur publik untuk menghentikan umpat-umpatan kotor dalam pernyataannya ke media. Karena budaya tersebut rentan ditiru oleh generasi masa depan.

“Kami menghimbau kepada figur publik dan politisi agar tidak menggunakan diksi yang kurang santun di ruang publik. Kerentanan anak meniru sangat tinggi.” kata Susanto melalui pesan elektronik yang diterima bukamata.co Sabtu pagi (1/12/2018).

Karena kata Susanto, para guru telah berupaya maksimal mendidik anak agar selalu dalam kesantunan. Pendidikan karakter saat ini telah menjadi hajat besar negara.

Loading...

“Jika ruang publik sering muncul kata, kalimat atau diksi yang tak santun apalagi cacian, makian, dikhawatirkan akan ditiru oleh anak” ujarnya.

Dan hal tersebut kata Susanto, berbahaya bagi masa depan anak Indonesia. “Tujuan baik tetap harus disampaikan dengan baik” tukasnya.

Sebelumnya Fahri Hamzah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Wakil Ketua DPR RI dalam pernyataannya di sebuah media pemberitaan tribunnews.com menyebutkan kata-kata Gila dan Sinting yang ditujukan kepada lembaga anti rasuah KPK.

Fahri saat itu mengkritisi kinerja KPK yang dinilainya tidak tepat dalam meminimalisir pemberantasan korupsi.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Sarinah Bakri

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here