Hoax Ancaman Paling Berbahaya Dan Mengerikan Jika Tak Dibendung

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Berbagai elemen organisasi yang juga dihadiri pihak legislator dan Polri menggelar Agenda diskusi terkait bahaya laten dan ancaman penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian di Jakarta Kamis (293/2018).
Agenda diskusi terkait bahaya laten dan ancaman penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian di Jakarta Kamis (293/2018).

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Berbagai elemen organisasi yang juga dihadiri pihak legislator dan Polri menggelar agenda diskusi terkait bahaya laten dan ancaman penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian di Jakarta Kamis (293/2018).

Turut hadir dalam agenda tersebut, Fernando Yohanes selaku moderator, dan anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu SH, Wakil ketua AMPI DKI Jakarta Benny Sijabat, Ketua Umum DPP GMNI Robaytullah Kusuma Jaya.

Serta Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Sri Suari Wahyudi dan Direktur NU Online Savic Ali sebagai pembicara dalam diskusi publik terbatas Perhimpunan Indonesia Tionghoa dengan tema Ancaman Hoax dan Ujaran Kebencian Bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Loading...

Dikatakan Fernando, bahwa agenda ini bertujuan mengingatkan serta menghimbau kembali bahaya akan ancaman ujaran kebencian dan Hoax di tengah maraknya peredaran informasi di media massa maupun sosial media.

Dalam paparan moderator mengatakan beberapa tahun terakhir memasuki abad milenial, dunia disuguhkan fenomena teknologi baru tanpa batas dengan maraknya jejaring media sosial Facebook, twitter, Instagram, Patch whastapp telegram.

Sementara itu, dari Mabes Polri yang disampaikan oleh perwakilan Biro Penmas Mabes Polri Kombes Pol Sri Suari Wahyudi menegaskan bahwa bahaya tersebut harus segera dibendung dengan seluruh komitmen dan dukungan masyarakat.

“Berita hoax layaknya sebuah momok yang menakutkan bagi perkembangan informasi dan komunikasi di era kontemporer sekarang ini. Banyak hal yang mendasari hal tersebut dan terkadang justru ditunggangi kepentingan politik, bisnis dan macam-macam. Makanya itulah kami dari pihak Kepolisian tak akan pernah lengah sedikitpun menyikapi serta mewaspadai hal tersebut,” ujar Kombes Pol Suari yang menggatikan Brigjen Pol M Iqbal karena berhalangan hadir.

Dan ditegaskan Suari, jauh hari sebelumnya Polri telah menyiapkan Satgas Siber yang setiap harinya bertugas mengawasi sebaran informasi baik di media massa maupun di media sosial.

“Penting kita pahami bahwa apakah informasi yang sampai tersebut benar atau tidak, valid atau tidak. jika kita belum croscek kebenarannya namun kita sudah simpulkan trus di share maka dalam klausul UU ITE dia sudah melakukan tindak pelanggaran hukum dan orang tersebut telah bagian dari hoax,” tegasnya.

Reporter Bambang S
Editor Rikmal Hadi

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here