Kata KH Maruf Amin, PA 212 Itu Gerakan Kepentingan Politik Dihidupkan Kelompok Tertentu

BUKAMATA.CO, JAKARTA - Prof. Dr. K. H. Ma'ruf Amin ulama yang saat ini menjadi Calon Wakil Presiden RI nomor urut 01 Ma'ruf menyatakan gerakan Persaudaraan Alumni 212 tidak memiliki tujuan yang jelas dan malah menjadi sebuah gerakan politik.
KH Ma'ruf Amin bersiap menyerahkan sorbannya yang terjual Rp125 juta kepada pembeli pada lelang saat acara Konser Nasyid dan Sholawat untuk Kerukunan Bangsa di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (20/10/2018). Konser amal tersebut digelar untuk menggalang dana yang akan disumbangkan kepada korban bencana alam di NTB dan Sulawesi Tengah. (ANTARA FOTO)

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin ulama yang saat ini menjadi Calon Wakil Presiden RI nomor urut 01 Ma’ruf menyatakan gerakan Persaudaraan Alumni 212 tidak memiliki tujuan yang jelas dan malah menjadi sebuah gerakan politik.

Namun terus dihidupkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan politik sesaat meskipun awalnya untuk mengawal kasus Ahok.

“Masalah (Ahok) sudah selesai, tapi oleh kelompok tertentu dihidupkan lagi. PA 212 tidak jelas tujuannya. Begitu juga dibentuk GNPF ulama, ulamanya mana, fatwanya mana. Ini jadi gerakan politik, kita waspadai,” kata Maruf dalam acara Dzikir Kebangsaan dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta, Sabtu malam (24/11/2018) dilansir dari Antara News.

Loading...

Ditekankan Ma’ruf dirinya ikut terlibat dalam gerakan 212 untuk mengawal kasus mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan mengeluarkan fatwa bahwa Ahok menghina agama.

Kemudian dalam perjalanannya dibentuk Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), di mana di dalamnya ada pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab dan Bachtiar Nasir.

“Kemudian di gerakan 411 dan 212, tujuannya supaya Ahok dihukum, alhamdulillah selesai. GNPF MUI saya bubarkan,” ujar dia.

Namun, kata dia, setelah kasus Ahok selesai, gerakan lain muncul dengan nama PA 212 dan GNPF Ulama tanpa tujuan yang jelas dan menjadi gerakan politik.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan calon, nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Editor Rikmal Hadi
sumber antaranews.com

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here