Keren, Begini Cara Haidar Alwi Lawan Radikalisme Dan Intoleransi

Haidar Alwi selaku Pembina Forum Relawan Demokrasi (Foreder) berfoto bersama dengan para pengurus, dewan juri dan pemenang 'Youtubers Competition' bertema 'Anti Radikalisme' di Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).
Haidar Alwi selaku Pembina Forum Relawan Demokrasi (Foreder) berfoto bersama dengan para pengurus, dewan juri dan pemenang 'Youtubers Competition' bertema 'Anti Radikalisme' di Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Haidar Alwi, pembina Forum Relawan Demokrasi (Foreder), menekankan pentingnya peranan generasi muda milenial dalam melawan intoleransi, radikalisme dan terorisme yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Itu ia sampaikan saat menghadiri malam anugerah ‘Youtubers Competition’ di Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/8/2019).

Helatan ini, dalam rangka menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-74, Forum Relawan Demokrasi (Foreder) menggelar kompetisi video pendek bertajuk anti-radikalisme.

Loading...

Dimana kompetisi tersebut diikuti oleh 130 peserta yang mana 7 di antaranya berhasil lolos sebagai finalis dan videonya ditayangkan di muka publik. Para peserta dari berbagai daerah saling berlomba unjuk kreativitas untuk memperebutkan hadiah total mencapai puluhan juta rupiah.

“Tolong jangan dilihat dari hadiahnya, karena yang paling penting adalah maksud dan tujuan terselenggaranya acara ini. Mudah-mudahan jadi penyemangat untuk generasi muda kita agar terus berkarya sambil mengampanyekan betapa berbahayanya radikalisme dan intoleransi,” ujar Haidar Alwi saat memberikan kata sambutannya.

Dirinya mengaku sangat prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini yang dinilai darurat radikalisme. Bukan tanpa sebab, berdasarkan hasil penelitian sejumlah lembaga yang kredibel, intoleransi dan radikalisme telah merasuk dan menjangkiti generasi penerus sejak usia dini.

Menurut dia, virus-virus intoleransi dan radikalisme tersebut jika tidak dibasmi akan berkembang menjadi terorisme. Hal ini tentunya menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, budaya dan karakteristik daerah.

“Kelompok ini mendoktrin anak-anak kita sejak usia dini dengan berbagai kedok hingga ke perguruan tinggi. Mereka menyusup di institusi pendidikan melalui pegawai, guru, dosen dan orang-orang yang ada di dalamnya. Masjid dan mushalla pun dijadikan tempat doktrin dan kaderisasi. Organisasi sekolah dan kampus terutama lembaga dakwah jadi sasaran utama mereka untuk berkembang,” tutur Haidar Alwi.

Untuk itu, melalui momentum Dirgahayu Republik Indonesia ke-74 ini, Haidar Alwi mengajak seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda untuk bersatu-padu melawan intoleransi, radikalisme dan terorisme. Jangan sampai Indonesia dengan Pancasila-nya tenggelam oleh paham-paham dan ideologi yang sama sekali tidak cocok untuk bangsa yang berbhineka.

“Nah, generasi milenial dapat berperan melawan intoleransi, radikalisme dan terorisme dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Salah satunya berpartisipasi dalam mengampanyekan bahaya kelompok tersebut melalui media sosial. Pancasila itu sudah final, semua sudah terangkum di dalamnya. Tidak perlu diperdebatkan lagi. Makanya, siapa saja yang ingin mengganti Pancasila ya harus kita lawan bersama-sama,” ucapnya.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Bambang S

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here