Repdem Papua Barat : Hentikan Ucapan Dan Perlakuan Diskriminatif Terhadap Papua, Kami Juga Indonesia

BUKAMATA.CO, PAPUA BARAT - Dominggus Yable Ketua Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD-Repdem) Provinsi Papua Barat menyatakan bahwa kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama empat tahun ini, baginya adalah menatap masa depan Indoensia menuju negara yang disegani dunia.
Dominggus Yable Ketua DPD Repdem Papua Barat

BUKAMATA.CO, JAKARTA – Dominggus Yable, Ketua organisasi sayap PDI Perjuangan, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Provinsi Papua Barat menegaskan agar semua anak bangsa di Indonesia mulai detik ini menghentikan segala bentuk ucapan dan perlakukan diskriminatif terhadap warga Papua. Provinsi Papua Barat dan Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus mendapat perlakuan yang sama sebagai bagian dari bangsa Indonesia..

Hal itu disampaikan Dominggus merespon insiden yang terjadi di Surabaya dimana terjadi bentrok aparat dan ormas di asrama mahasiswa Papua.

“ucapan yang disampaikan oleh Wakil Wali Kota Malang itu mudah-mudahan adalah yang terakhir dan tidak pernah ada lagi. Terkait pernyataannya yang provokatif bahwa mahasiswa Papua akan dipulangkan ke Papua” kata Dominggus kepada bukamata.co Selasa (20/8/2019).

Loading...

Dominggus menyerukan agar semua anak bangsa untuk terus memupuk persatuan dan kesatuan tanpa membeda-bedakan Suku, Ras dan agama.

“Tidak perlu mengeluarkan pernyataan yang provokatif sebab kita hari ini hidup dibawah naungan rumah besar kita, Bhinneka Tunggak Ika, Pancasila” ujar Dominggus.

Indonesia, kata Dominggus hendaknya harus mendalami dan memaknai cita-cita Ir Soekarno yang rela mengabdikan seluruh hidupnya untuk menyatukan Indonesia.

“Hanya Soekarno yang tahu isi hati orang Papua. Mari Merawat hati yang Papua tanpa ada diskriminasi serta intimidasi sekalipun. Rawatlah kemerdekaan kita secara konstitusi UUD 1945 dan Pancasila 1 Juni 1945” terang Dominggus.

Dominggus mengingatkan bahwa kemajemukan suatu negara adalah keindahan dan kekayaan negara, dan hendaknya dipupuk dengan saling hormat-menghormati.

“Ingatlah Soekarno dan Papua pada saat itu 19 Desember 1961 Soekarno berkata bahwa kibarkanlah bendera Merah Putih di Irian Barat dan dibandingkan dengan wilayah kepulauan kami, Irian Barat hanya selebar daun Kelor, tetapi Irian Barat adalah sebagian dari tubuh kami”tutur Dominggus.

Untuk itu kata Dominggus hendaknya persoalaan yang ada di Papua, hendaknya para pemangku kebijakan agar secara bijak menyelesaikan insiden tersebut dengan komunikasi yang baik.

“Kepada Rakyat Papua sekaligus Gubernur Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat serta Gubernur Jatim dan Wakil Wali Kota Malang segera dipertemukan untuk menyelesaikan persoalan yang menjadi dasar terjadi kericuhan di Manokwari, Kaimana, dan Jayapura serta Kabupaten/Kota lainnya di Papua” tutup Dominggus.

Dimana sebelumnya terjadi kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, pada Senin (19/8/2019).

Akibat dari kerusuhan itu, sejumlah bangunan, rumah warga, hingga gedung DPRD Papua Barat dibakar.

Tidak hanya itu, sejumlah ruas jalan juga diblokade, seperti di Jalan Yos Sudarso, Jalan Trikora Wosi, dan Jalan Manunggal Amban, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Diduga kerusuhan ini berawal dari aksi demonstrasi di sana. Demonstrasi digelar sebagai buntut perlakuan ormas dan aparat keamanan yang dianggap menghina mahasiswa Papua di Malang, Surabaya, dan Semarang.

Editor Rikmal Hadi
Laporan Sarinah Bakri

Loading...
BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here